Bisnis Twitter Terus Menurun, Apakah Akan Diakusisi?

jack dorsey

Twitter merupakan jejaring sosial yang memungkinkan pengguna dapat saling berhubungan satu sama lain melalui membaca pesan berbasis teks yang dikenal dengan sebutan tweet (kicauan).

Jejaring sosial ini didirikan pada 21 Maret 2016 oleh Jack Dorsey, dan pertama kali diluncurkan pada bulan Juli.
Saat pertama kali diluncurkan, media sosial ini menjadi salah satu dari sepuluh situs yang paling sering dikunjungi di internet hingga Twitter mengalami pertumbuhan pesat dengan sangat cepat meraih kepopuleran di dunia.

Namun sayangnya saat ini bisnis Twitter semakin hari semakin menurun. Harga sahamnya semakin turun sehingga membuat banyak perusahaan kehilangan beberapa miliar dolar untuk nilai pasar sahamnya.

Melihat waktu sebelumnya ada akusisi Yahoo oleh Verizon karena bisnisnya semakin menurun. Twitter diisukan akan menjadi target akusisi selanjutnya.

akuisisi twitter oleh verizon

Seorang analis berkata kepada CEO Twitter, Jack Dorsey mengenai kemungkinan Titter terus menerus beroperasi sebagai perusahaan independen. Hal itu menurutnya sangat sulit bagi Twitter untuk berjalan secara independen jika  dibandingkan dengan akusisi oleh perusahaan besar.

Namun menyikapi hal ini, Dorsey tetap kekeuh untuk menjadi perusahaan independen tanpa akusisi dari pihak perusahaan besar lain. Ia mengatakan kalau Twitter masih memiliki banyak ruang untuk mengembangkan bisnisnya. Saat ini Twitter sedang fokus untuk memperbaiki kesalahan yang membuat bisnis ini semakin turun, sehingga hal ini menandakan kalau Twitter akan berjalan ke arah yang benar dan akan terus tumbuh.

Sebagai CEO, ia memiliki tanggung jawab yang sangat penting melihat saat ini bisnisnya semakin turun. Ia melihat banyak manfaat dari rencana yang dieksekusinya dari tahun-tahun sebelumnya dan berusaha untuk merubah dan memperbaiki kesalahan sebelumnya agar dapat menjadi lebih baik.

Verizon mengakusisi Yahoo

verizon

Berbeda dengan Twitter yang masih pede ingin terus tumbuh secara independen, Yahoo menyerah dan akhirnya diakusisi oleh Verizon.

Kabar ini bukanlah isapan jempol belaka, Verizon berhasil mengakusisi bisnis internet milik Yahoo senilai 63 triliun rupiah.

Saat ini Verizon sudah mengakusisi dua perusahaan besar internet pada zaman dulu yakni AOL dan Yahoo. Untuk Yahoo, ia sudah sepakat pada akhir minggu lalu, sedangkan AOL sendiri sudah diakusisi oleh Verizon sejak 2015 lalu.

Verizon tidak mengambil semua bisnis milik Yahoo, hanya mengambil bisnis intinya saja. Sementara itu, perusahaan yang dipimpin oleh Marissa Mayer tersebut masih memiliki saham sebesar 35,5 persen di Yahoo Jepang, 15 persen saham raksasa e-commerce China Alibaba, serta beberapa paten.

Kesimpulan

Dengan jawaban yang diberikan oleh CEO Twitter, berarti saat ini Twitter tetap pede untuk berkembang secara independen tidak bergantung kepada perusahaan besar.

Kabar yang mengatakan kalau Twitter akan diakusisi karna bisnisnya yang semakin melemah hanyalah isu yang beredar dari media tanpa adanya sumber yang jelas. Tentunya dengan melihat dari kepercayaan diri sang CEO dan usaha ia untuk merubah kesalahan sebelumnya, Twitter sepertinya masih akan terus maju mengingat kalau media sosial ini merupakan salah satu dari media sosial besar yang memiliju jumlah pengguna yang banyak. Semoga saja kepercayaan diri sang CEO dapat memberi semangat kepada para karyawannya untuk terus berkembang.