Alih Fungsi Taman Kota Penyebab Pemaasan Global

ruangan dengan AC

Taman kota memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Fungsi taman yakni sebagai paru-paru kota dan penghasil oksigen untuk pernafasan masyarakat sekitar. Selain itu, taman juga memiliki fungsi sebagai tempat resapan air yang air serapannya dapat memenuhi kebutuhan hdup manusia.

Sayangnya, terkadang taman kota tidak dimanfaatkan secara maksimal sehingga dialih fungsikan sebagai tempat lain. Kita lirik kota besar Jakarta, taman kota di sana kebanyakan hanya dimanfaatkan oleh tunawisma untuk melepas lelah.

Pengamat Tata Kota, Nirwono Joga mengajak kita untuk memberdayakan taman dengan membangun budaya bertaman. Mengajak orang untuk berkunjung, beraktivitas, dan berkomunikasi di taman agar taman dapat difungsikan secara maksimal.

Ia menambahkan, jika masyarakat datang ke taman, diharapkan pengunjung memiliki rasa memiliki, merawat, dan memelihara taman.

Ia mengajak untuk membangun kesadaran untuk melakukan kegiatan di taman dengan gerakan #AyoKeTaman. Mengajak berbagai komunitas yang biasanya menggunakan ruang publik untuk bersama-sama melakukan kegiatannya di taman.

Dengan adanya gerakan ini, Yoga berharap kalau taman-taman di Jakarta bisa lebih hidup sehingga dikemudian hari tidak dialihfungsikan menjadi mal, apartemen, atau bangunan sebagainya. Jakarta sudah cukup padat dengan bangunan-bangunan mewah yang ada, jangan sampai taman yang ada di lingkungan kita dilakukan pembangunan sehingga nantinya tidak ada lagi paru-paru kota dan tempat resapan air.

Jakarta Sudah Terlampaui Padat

kota jakarta padat

Mungkin bagi masyarakat yang tinggal di Jakarta sudah merasakannya. Jakarta sudah semakin padat setiap tahunnya. Pemadatan penduduk ini terjadi karena banyak pendatang yang merantau mencari pekerjaan di ibukota.

Tentunya dengan semakin banyaknya pendatang membuat kesempatan bagi para pengembang perumahan untuk menghadirkan unit perumahan baru untuk dijual. Tetapi sayangnya, kebanyakan dari mereka memanfaatkan taman yang sudah mati lalu dibeli untuk dibangun perumahan. Memang sih sekarang banyak pengembang yang menghadirkan perumahan dengan fasilitas taman, tetapi taman tersebut tidaklah untuk umum, melainkan untuk penghuni yang tinggal di perumahan tersebut dan tamannya pun tergolong kecil.

Hal yang sangat memprihatinkan melihat taman kota semakin berkurang di Jakarta. Pembangunan gedung-gedung mewah, padatnya penduduk, dan sedikitnya taman kota berimbas pada global warming yang mengakibatkan suhu udara semakin panas.

ruangan-dengan-ac

Suhu yang panas membuat banyak masyarakat berbondong-bondong membeli AC. Menggunakan AC memang bisa membuat suhu di dalam ruangan lebih dingin, tetapi justru hal seperti ini malah menambah dampak pemanasan global.

Dalam penurunan 10 derajat celcius suhu di dalam ruangan ber AC, hal ini akan diikuti dengan kenaikan suhu diluar ruangan sebesar 1 derajat celcius. Hal ini berarti, semakin dingin sebuah ruangan ber AC, maka suju diluar akan semakin panas. Dan bumi pun akan akan makin panas jika banyak masyarakat menggunakan AC.

Kesimpulan

Dari semua hal yang sudah kita bahas, kita bisa mengambil kesimpulan kalau dimulai dari taman yang mati akan membuat pemanasan global. Mengalihfngsikan taman untuk keperluan membangun gedung-gedung mewah, terutama gedung kantor akan mengakibatkan suhu udara akan semakin panas. Sudah pasti setiap gedung mewah akan menggunakan AC untuk menjaga suhu di dalam ruangan sejuk. Jika Anda tidak ingin suhu udara semakin panas, Anda bisa memulai ikut gerakan menghidupkan taman kota dengan melakukan aktifitas di taman agar tidak dialihfungsikan!